Beberapa Sejarah Gempa di Indonesia

ditulis pada October 1, 2009
kategori Seismologi | 1 yang kesasar

1. 01-Oct-09 10:34:53 WIB 1.47 LS - 99.73 BT 5.1 SR 10 Km 82 Km Timurlaut SIPURAMENTAWAI-SUMBAR

2. 01-Oct-09 09:20:34 WIB 2.28 LS - 101.54 BT 5.5 SR 10 Km 28 Km Tenggara SUNGAIPENUH-JAMBI

3. 01-Oct-09 08:52:29 WIB 2.44 LS - 101.59 BT 7.0 SR 10 Km 46 Km Tenggara SUNGAIPENUH-JAMBI

4. 01-Oct-09 08:31:05 WIB 4.11 LU - 127.35 BT 5.5 SR 20 Km 76 Km Timurlaut MELONGUANE-SULUT

5. 30-Sep-09 17:38:52 WIB 0.72 LS - 99.94 BT 6.2 SR 110 Km 22 Km Baratdaya PARIAMAN-SUMBAR

6. 30-Sep-09 17:16:09 WIB 0.84 LS - 99.65 BT 7.6 SR 71 Km 57 Km Baratdaya PARIAMAN-SUMBAR

7. 30-Sep-09 12:08:40 WIB 4.35 LU - 126.54 BT 5.1 SR 20 Km 41 Km Baratlaut MELONGUANE-SULUT

8. 30-Sep-09 08:39:38 WIB 4.78 LU - 126.74 BT 5.8 SR 10 Km 87 Km Timurlaut MELONGUANE-SULUT

9. 30-Sep-09 06:38:38 WIB 6.98 LS - 125.66 BT 5.2 SR 533 Km 176 Km Timurlaut DILI-TIMORLESTE

10. 29-Sep-09 19:59:13 WIB 4.51 LU - 128.01 BT 5.0 SR 74 Km 159 Km Timurlaut MELONGUANE-SULUT

11. 29-Sep-09 16:14:06 WIB 7 LS - 129.75 BT 5.1 SR 146 Km 205 Km Baratlaut SAUMLAKI-MALUKU

12. 28-Sep-09 11:13:20 WIB 6.36 LS - 112.89 BT 5.3 SR 611 Km 77 Km Timurlaut BANGKALAN-JATIM

13. 28-Sep-09 07:26:21 WIB 8.17 LS - 107.23 BT 5.5 SR 10 Km 143 Km Tenggara SUKABUMI-JABAR

14. 28-Sep-09 05:22:40 WIB 6.84 LS - 125.00 BT 5.2 SR 60 Km 202 Km Baratlaut DILI-TIMORLESTE

15. 27-Sep-09 22:16:51 WIB 2.67 LU - 125.96 BT 5.6 SR 30 Km 116 Km Tenggara TAHUNA-SULUT

16. 25-Sep-09 16:06:14 WIB 6.4 LS - 130.40 BT 5.9 SR 90 Km 202 Km Baratlaut SAUMLAKI-MALUKU

17. 24-Sep-09 12:46:19 WIB 4.92 LU - 126.17 BT 5.1 SR 74 Km 116 Km Baratlaut MELONGUANE-SULUT

18. 22-Sep-09 22:57:23 WIB 3.91 LS - 100.39 BT 5.2 SR 20 Km 101 Km Tenggara PAGAI SELATAN MENTAWAI-SUMBAR

19. 19-Sep-09 17:50:43 WIB 0.70 LU - 99.91 BT 5.1 SR 10 Km 42 Km Tenggara PANYABUNGAN-SUMUT 19-Sep-09 14:49:21 WIB 4.17 LU - 126.67 BT 5.4 SR 16 Km 18 Km Utara MELONGUANE-SULUT

20. 19-Sep-09 06:06:56 WIB 9.67 LS - 115.49 BT 6.4 SR 36 Km 101 Km Tenggara NUSADUA-BALI

21. 19-Sep-09 01:34:26 WIB 1.80 LU - 127.10 BT 6.4 SR 91 Km 117 Km Baratlaut TERNATE-MALUKU UTARA

22. 18-Sep-09 08:05:02 WIB 1.48 LS - 99.48 BT 5.2 SR 10 Km 72 Km Tenggara SIBERUT MENTAWAI-SUMBAR

23. 18-Sep-09 07:53:03 WIB 4.52 LU - 126.75 BT 5.1 SR 22 Km 58 Km Timurlaut MELONGUANE-SULUT

24. 17-Sep-09 11:52:28 WIB 1.56 LU - 128.26 BT 5.7 SR 41 Km 131 Km Timurlaut TERNATE-MALUKUUTARA

25. 17-Sep-09 06:46:58 WIB 4.74 LS - 102.53 BT 5.4 SR 25 Km 94 Km Baratlaut BINTUHAN-BENGKULU

26. 17-Sep-09 00:33:38 WIB 1.55 LS - 99.41 BT 5.2 SR 30 Km 66 Km Tenggara SIBERUTMENTAWAI-SUMBAR

27. 15-Sep-09 15:20:43 WIB 0.23 LS - 123.21 BT 5.0 SR 91 Km 86 Km Tenggara GORONTALO-GORONTALO

28. 09-Sep-09 11:02:13 WIB 5.55 LS - 103.48 BT 5.2 SR 24 Km 64 Km Baratdaya KRUI-LAMPUNG

29. 09-Sep-09 01:51:23 WIB 1.28 LU - 120.74 BT 6.0 SR 12 Km 27 Km Baratlaut TOLITOLI-SULTENG

30. 09-Sep-09 01:16:02 WIB 2.03 LS - 100.55 BT 5.2 SR 50 Km 75 Km Baratdaya PAINAN-SUMBAR

31. 08-Sep-09 22:20:24 WIB 3 LS - 100.93 BT 5.0 SR 30 Km 51 Km Baratdaya MUKOMUKO-BENGKULU

32. 08-Sep-09 22:18:21 WIB 7.95 LS - 117.47 BT 5.6 SR 204 Km 61 Km Timurlaut SUMBAWABESAR-NTB

33. 08-Sep-09 10:39:36 WIB 5.34 LU - 93.14 BT 5.3 SR 132 Km 243 Km Baratdaya BANDAACEH-NAD

34. 07-Sep-09 23:12:24 WIB 10.33 LS - 110.62 BT 6.8 SR 35 Km 263 Km Tenggara WONOSARI-DIY

35. 07-Sep-09 19:09:13 WIB 9.14 LS - 127.28 BT 5.0 SR 17 Km 199 Km Tenggara DILI-TIMORLESTE

36. 07-Sep-09 13:46:04 WIB 6.52 LS - 101.78 BT 5.4 SR 25 Km 261 Km Baratdaya BINTUHAN-BENGKULU

37. 04-Sep-09 14:07:32 WIB 6.21 LS - 130.94 BT 5.8 SR 82 Km 200 Km Baratlaut SAUMLAKI-MALUKU

38. 04-Sep-09 07:52:08 WIB 6.52 LS - 104.68 BT 5.6 SR 15 Km 95 Km Baratlaut UJUNGKULON-JABAR

39. 03-Sep-09 23:58:09 WIB 4.69 LS - 134.10 BT 5.6 SR 49 Km 119 Km Tenggara KAIMANA-PAPUABARAT

40. 03-Sep-09 11:55:07 WIB 3.08 LS - 135.44 BT 5.3 SR 37 Km 31 Km Baratlaut NABIRE-PAPUA

41. 02-Sep-09 16:28:45 WIB 8.14 LS - 107.28 BT 5.4 SR 15 Km 137 Km Baratdaya TASIKMALAYA-JABAR

42. 02-Sep-09 15:15:55 WIB 8.17 LS - 107.30 BT 5.1 SR 38 Km 138 Km Baratdaya TASIKMALAYA-JABAR

43. 02-Sep-09 14:55:00 WIB 8.24 LS - 107.32 BT 7.3 SR 30 Km 142 Km Baratdaya TASIKMALAYA-JABAR

44. 02-Sep-09 09:08:15 WIB 1.48 LS - 99.37 BT 5.2 SR 10 Km 60 Km Tenggara SIBERUTMENTAWAI-SUMBAR

45. 02-Sep-09 06:47:44 WIB 1.41 LS - 99.31 BT 5.3 SR 10 Km 52 Km Tenggara SIBERUTMENTAWAI-SUMBAR

46. 31-Aug-09 15:09:05 WIB 0.06 LS - 126.67 BT 5.2 SR 21 Km 108 Km Baratlaut LABUHA-MALUKUUTARA

47. 31-Aug-09 05:03:13 WIB 1.73 LU - 128.42 BT 5.7 SR 88 Km 157 Km Timurlaut TERNATE-MALUKUUTARA

48. 30-Aug-09 18:24:08 WIB 7.65 LS - 129.86 BT 5.1 SR 108 Km 166 Km Baratlaut SAUMLAKI-MALUKU

49. 29-Aug-09 23:39:21 WIB 6.92 LS - 129.07 BT 5.1 SR 194 Km 275 Km Baratlaut SAUMLAKI-MALUKU

50. 29-Aug-09 22:41:21 WIB 3.62 LU - 126.86 BT 5.2 SR 20 Km 47 Km Tenggara MELONGUANE-SULUT

51. 29-Aug-09 11:13:40 WIB 0.98 LS - 97.90 BT 5.3 SR 10 Km 81 Km Baratdaya TANAHBALA-SUMUT

52. 28-Aug-09 23:45:21 WIB 5.45 LU - 94.77 BT 5.2 SR 22 Km 62 Km Baratdaya BANDAACEH-NAD

53. 28-Aug-09 16:27:56 WIB 3.64 LS - 99.44 BT 5.6 SR 10 Km 118 Km Baratdaya PAGAISELATANMENTAWAI-SUMBAR

54. 28-Aug-09 08:51:17 WIB 7.37 LS - 123.50 BT 6.9 SR 670 Km 234 Km Tenggara BAUBAU-SULTENGGARA

55. 28-Aug-09 05:51:29 WIB 1.43 LS - 99.46 BT 5.0 SR 10 Km 69 Km Tenggara SIBERUTMENTAWAI-SUMBAR

56. 27-Aug-09 17:48:02 WIB 0.94 LU - 98.41 BT 5.3 SR 30 Km 97 Km Baratdaya SIBOLGA-SUMUT

57. 27-Aug-09 06:27:55 WIB 0.02 LS - 123.63 BT 5.7 SR 95 Km 87 Km Tenggara GORONTALO-GORONTALO

58. 26-Aug-09 03:26:51 WIB 5.28 LU - 94.77 BT 5.0 SR 24 Km 68 Km Baratdaya BANDAACEH-NAD

59. 24-Aug-09 09:21:55 WIB 7.82 LS - 118.63 BT 5.0 SR 26 Km 73 Km Baratlaut RABA-NTB

60. 12 September 2007 - Gempa Bengkulu Dengan Kekuatan Gempa 7,9 Skala Richter

61. 09 Agustus 2007 - Gempa Bumi 7,5 Skala Richter

62. 06 Maret 2007 - Gempa Bumi Tektonik Mengguncang Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan Terakhir Menyatakan 79 Orang Tewas.

63. 06 Januari 2005 - Gempa Susulan Melanda Banda Aceh, NAD, Berkekuatan 6,5 SR Pada Pukul 08.00 Pagi. Ribuan Warga Sempat Panik Dan Berlarian. Gempa Yang Menimbulkan Getaran Cukup Besar Itu Menggoyang Seluruh Bangunan, Gedung, Hotel, Dan Jembatan.

64. 05 Januari 2005 - Gempa Kembali Melanda Banda Aceh, NAD Pada Malam Hari Sekira Pukul 12.00. Tiga Gempa Itu Berpusat Di Kepulauan Andaman Dan Lautan Hindia, Berkekuatan 5,2-5,6 SR.

65. 05 Januari 2005 - Probolinggo, Jawa Timur, Diguncang 17 Kali Gempa Tektonik Dengan Kekuatan Yang Bervariasi Antara 4,8 - 5 SR. Pusat Gempa Berada Di Kedalaman 100 Km Barat Daya Lumajang Yang Berbatasan Dengan Probolinggo. Tercatat 18 Unit Rumah Roboh Dan Puluhan Rumah Di Wilayah Kraksaan Dan Mesjid Al Barokah Di Wilayah Tiris Rusak Berat. Tak Ada Korban Jiwa.

66. 04 Januari 2005 - Setelah Jember, Situbondo Dan Bondowoso Dilanda Gempa Tektonik Beberapa Hari Lalu, Kini Giliran Probolinggo Mengalami Hal Serupa. Gempa Terjadi Sebanyak Dua Kali, Sekitar Pukul 23.30 Selasa (4/1),Dan Rabu (5/1) Pukul 04.00. Gempa Berkekuatan 4,6 Skala Richter Terjadi Karena Adanya Aktivitas Magma Gunung Lamongan Di Kedalaman Lima Kilometer.

67. 27 Mei 2006 - Gempa Bumi Tektonik Kuat Yang Mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Jawa Tengah Pada 27 Mei 2006 Kurang Lebih Pukul 05.55 WIB Selama 57 Detik. Gempa Bumi Tersebut Berkekuatan 5,9 Pada Skala Richter. United States Geological Survey Melaporkan 6,2 Pada Skala Richter; Lebih Dari 6.000 Orang Tewas, Dan Lebih Dari 300.000 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal.

68. 02 Februari 2005 - Menyusul Beberapa Wilayah Indonesia Diguncang
Gempa. Berkekuatan 5,5 SR, Gempa Itu Mengguncang Bali, Lombok Dan Sumbawa Sekitar Pukul 22.00 WITA. Pusat Gempa Diperkirakan Di
Selat Lombok Sekitar 15 Km Dari Kota Mataram, Ibukota Propinsi NTB. Beberapa Jam Sebelumnya, Gempa Juga Dirasakan Warga Bandung Dan Garut, Jawa Barat, Gempa Berkekuatan 5,2 SR. Di Kota Palu, Sulawesi
Tengah, Pada Pukul 17.17 WITA Juga Terjadi Gempa Berkekuatan 4,2 SR. Pusat Gempa Berada Di Darat Lebih Kurang 30 Km Tenggara Kota Palu.

69. 26 Desember 2004 - Gempa Bumi Dahsyat Berkekuatan 9,0 Skala Richter Mengguncang Aceh Dan Sumatera Utara Sekaligus Menimbulkan Gelombang Tsunami DiSanudra Hindia.

70. 2000 - Gempabumi Terjadi Di Banggai Berkekuatan 7,3 SR.

71. 1996 - Gempabumi Terjadi Di Biak Berkekuaan 8,2 SR

72. 1996 - Gempabumi Terjadi Di Toli-Toli Berkekuatan 7 S.

73. 1994 - Gempabumi Terjadi Di Banyuwangi Berkekuatan 7,2 SR

74. 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia Berukuran 7,9 Pada Skala Richter Dan Menewaskan 2.500 Orang.

75. 1977 - Gempabumi Terjadi Di Sumbawa Bekekuatan 6,1 SR.

76. 1968 – Gempabumi Terjadi Di Tambu Selatan Berkekuatan 6 SR.

77. 01 Februari 1938 – Gempabumi Terjadi Di Kep. Kei Banda Dengan Kekuatan 8,5 SR.

78. 26 September 1907 - Gempabumi Dan Tsunami Melanda Aceh Dan Sumut.

79. 26 Agustus 1883 - Terjadi Bencana Tsunami Paling Dahsyat Akibat Letusan Krakatau Tinggi Tsunami Mencapai 41 Meter Menyapu Pesisir Selatan Pulau Jawa, Batavia, Sumatra, Dengan Korban Tewas 36.500 Orang. Krakatau Meletus Dan Meluluh Lantakkan Pesisir Selatan Pulau Jawa Dan Sebagian Pantai Di Pulau Sumatra Pada 26 Agustus 1883 Lampau. Sebelumnya,  Serentetan Ledakan Keras Terjadi Selama Beberapa Bulan Sebelumnya.

80. 1820 – Sumbawa Bencana Tsunami Besar Abad Ke-19 Antara Lain Adalah Tsunami Sumbawa Tahun 1820 (Tinggi Gelombang Maksimum 24 Meter, Korban Tewas 400 Orang)

81. 15 April 1815 - Gunung Tambora Di Pulau Sumbawa Meletus. Dampaknya Sungguh Luar Biasa. Kengerian Tiada Terkira. Sekira 50.000 Jiwa Manusia Di Pulau Itu Menemui Ajal Seketika. Sementara 36.275 Orang Lainnya Mengungsi Ke Luar Pulau. Erupsi Tambora Menyusutkan Populasi Sumbawa Hingga Penduduknya Waktu Itu Tinggal 85.000 Jiwa.

Peneliti Tsunami Dari LIPI Irina Rafliana Menyebutkan, Dalam 44 Tahun Terakhir Di Indonesia Ada Sekitar 13 Gempuran Tsunami Yang Terjadi :

Tsunami 1 Terjadi Di Seram, Maluku, 24 Januari 1965 Dengan Ketinggian Gelombang Empat Meter Dan Menewaskan 71 Orang.

Tsunami 2 Terjadi Pada 11 April 1967 Di Tinabung, Sumatera Selatan Dengan Jumlah Korban Tewas 58 Orang.

Tsunami 3 Terjadi 14 Agustus 1968 Di Tambu, Sulawesi Tengah Menewaskan 200 Orang Dengan Ketinggian Gelombang Mencapai 10 Meter.

Tsunami 4 Terjadi 23 Februari 1969 Di Majene, Sulawesi Selatan Dengan Tinggi Gelombang Mencapai 10 Meter Dan Menewaskan 64 Korban.

Tsunami 5 Terjadi Pada 19 Agustus 1977, Gelombang Tsunami Setinggi 15 Meter Menerjang Pesisir Sumbar, Nusa Tenggara Timur Menewaskan 316 Korban.

Tsunami 6 Terjadi Pada 25 Desember 1982 Tsunami Terjadi Di Larantuka, NTT Yang Menimbulkan 13 Korban Tewas.

Tsunami 7 Terjadi Pada 12 Desember 1992 Terjadi Tsunami Dengan Ketinggian Mencapai 26 Meter Di Flores, NTT Dengan Korban Jiwa Mencapai 2.100 Orang.

Tsunami 8 Terjadi Pada 2 Juni 1994 Tsunami Setinggi 14 Meter Melanda Banyuwangi, Jawa Timur Menyebabkan 238 Korban Tewas.

Tsunami 9 Terjadi Pada 1 Januari 1996 Tsunami Setinggi Enam Meter Melanda Palu, Sulawesi Tengah Dengan Sembilan Korban Tewas.

Tsunami 10 Terjadi Pada 17 Februari 1996 Tsunami Setinggi 12 Meter Menerjang Pesisir Biak, Papua Menyebabkan 160 Orang Tewas.

Tsunami 11terjadi Pada 28 Nevember 1998 Di Taliabu, Maluku Utara Tsunami Dengan Ketinggian Tiga Meter Menyebabkan 34 Orang Tewas.

Tsunami 12 Terjadi Pada 4 Mei 2000 Tsunami Setinggi Tiga Meter Melanda Banggai, Sulteng Menyebabkan 50 Korban Tewas.

Tsunami 13 Terbesar Terjadi Pada 26 Desember 2004 Melanda Aceh Dengan Ketinggian Gelombang Mencapai 10 Meter Dan Menewaskan 166.520 Orang.

Kategori Dasar Microphone

ditulis pada September 11, 2009
kategori Digital Signal Processing | Pertamax?

Mikrofon didesain untuk mengkonversi satu bentuk dari daya akustik ke daya elektrik. Mikrofon mempunyai dua kategori dasar, yaitu dynamic microphone dan condenser microphone.

  1. Dynamic microphone

Terdiri dari elemen diafragma, voice coil, dan magnet yang membentuk suatu sound-driven electrical generator. Gelombang suara menggerakkan diafragma pada suatu medan magnet untuk menghasilkan sinyal listrik yang sama dengan gelombang suara akustik yang berhasil ditangkap. Sinyal dari elemen dinamis dapat dipergunakan secara langsung, tanpa membutuhkan komponen tambahan seperti catu daya dari baterai.

gambar-11

Gambar 1. Elemen penyusun dynamic microphone

Ribbon microphone elements merupakan suatu variasi dari dynamic microphone yang mempunyai potongan-potongan meyerupai logam alumunium yang terletak diantara dua kutub magnet. Mikrofon ini membutuhkan pre-amplifier untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Elemen yang dimiliki Ribbon microphone tidak seperti moving-coil pada jenis dynamic microphone, elemen ini beberapa mikron lebih tebal dan dapat berubah bentuk dikarenakan tekanan udara yang kuat. Mikrofon jenis ini juga cocok digunakan untuk menghasilkan karakteristik yang “warmth” karena memiliki tanggapan yang bagus pada frekuensi rendah.

  1. Condenser microphone

Mikrofon ini menggunakan diafragma konduktif dan electrically charged backplate untuk membentuk sound-sensitive condenser. Gelombang suara menggerakkan diafragma dalam medan listrik untuk membentuk sinyal listrik. Setiap kondenser memiliki electronic circuitry aktif, sehingga membutuhkan baterai untuk mengoperasikannya. Desain mikrofon jenis ini memiliki kepekaan yang tinggi dan tanggapan yang lembut untuk jangkaun frekuensi yang lebar. Mikrofon kondensor memiliki batas tingkat suara maksimum sebelum keluarannya mengalami distorsi. Condenser microphones modern menggunakan komponen solid state untuk internal circuitry-nya, tetapi untuk jenis mikrofon kondensor yang lama masih menggunakan tabung hampa. Karakter suara yang dihasilkan tabung hampa lebih “warmth”.

gambar-21

Gambar 2. Elemen penyusun condenser microphone

PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL

ditulis pada September 10, 2009
kategori Digital Signal Processing | Pertamax?

Pada masa sekarang ini, pengolahan sinyal secara digital telah diterapkan begitu luas. Dari peralatan instrumentasi dan kontrol, peralatan musik, peralatan kesehatan dan peralatan lainnya. Istilah pengolahan sinyal digital sebenarnya kurang begitu tepat, yang lebih tepat adalah pengolahan sinyal diskrete. Tetapi karena istilah ini sudah luas digunakan, maka istilah pengolahan sinyal digital tetap digunakan dalam artikel ini. Dalam artikel ini akan dibahas dasar-dasar pengolahan sinyal digital, terutama dari sudut algoritma dan pemrograman di samping juga sedikit pembahasan tentang pertimbangan hardware dari sistem yang disusun.

Sistem Pengolahan Sinyal Digital

Proses pengolahan sinyal digital, diawali dengan proses pencuplikan sinyal masukan yang berupa sinyal kontinyu. Proses ini mengubah representasi sinyal yang tadinya berupa sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrete. Proses ini dilakukan oleh suatu unit ADC (Analog to Digital Converter). Unit ADC ini terdiri dari sebuah bagian Sample/Hold dan sebuah bagian quantiser. Unit sample/hold merupakan bagian yang melakukan pencuplikan orde ke-0, yang berarti nilai masukan selama kurun waktu T dianggap memiliki nilai yang sama. Pencuplikan dilakukan setiap satu satuan waktu yang lazim disebut sebagai waktu cuplik (sampling time). Bagian quantiser akan merubah menjadi beberapa level nilai, pembagian level nilai ini bisa secara uniform ataupun secara non-uniform misal pada Gaussian quantiser.

Unjuk kerja dari suatu ADC bergantung pada beberapa parameter, parameter utama yang menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut :

  • Kecepatan maksimum dari waktu cuplik.

  • Kecepatan ADC melakukan konversi.

  • Resolusi dari quantiser, misal 8 bit akan mengubah menjadi 256 tingkatan nilai.

  • Metoda kuantisasi akan mempengaruhi terhadap kekebalan noise.

gambar-1

Gambar 1. Proses sampling

Sinyal input asli yang tadinya berupa sinyal kontinyu, x(T) akan dicuplik dan diquantise sehingga berubah menjadi sinyal diskrete x(kT). Dalam representasi yang baru inilah sinyal diolah. Keuntungan dari metoda ini adalah pengolahan menjadi mudah dan dapat memanfaatkan program sebagai pengolahnya. Dalam proses sampling ini diasumsikan kita menggunakan waktu cuplik yang sama dan konstan, yaitu Ts. Parameter cuplik ini menentukan dari frekuensi harmonis tertinggi dari sinyal yang masih dapat ditangkap oleh proses cuplik ini. Frekuensi sampling minimal adalah 2 kali dari frekuensi harmonis dari sinyal.

Untuk mengurangi kesalahan cuplik maka lazimnya digunakan filter anti-aliasing sebelum dilakukan proses pencuplikan. Filter ini digunakan untuk meyakinkan bahwa komponen sinyal yang dicuplik adalah benar-benar yang kurang dari batas tersebut. Sebagai ilustrasi, proses pencuplikan suatu sinyal digambarkan pada gambar berikut ini.

gambar-2

Gambar 2. Pengubahan dari sinyal kontinyu ke sinyal diskret

Setelah sinyal diubah representasinya menjadi deretan data diskrete, selanjutnya data ini dapat diolah oleh prosesor menggunakan suatu algoritma pemrosesan yang diimplementasikan dalam program. Hasil dari pemrosesan akan dilewatkan ke suatu DAC (Digital to Analog Converter) dan LPF (Low Pass Filter) untuk dapat diubah menjadi sinyal kontinyu kembali. Secara garis besar, blok diagram dari suatu pengolahan sinyal digital adalah sebagai berikut :

gambar-3

Gambar 3. Blok Diagram Sistem Pengolahan Sinyal Digital

Proses pengolahan sinyal digital dapat dilakukan oleh prosesor general seperti halnya yang lazim digunakan di personal komputer, misal processor 80386, 68030, ataupun oleh prosesor RISC seperti 80860. Untuk kebutuhan pemrosesan real time, dibutuhkan prosesor yang khusus dirancang untuk tujuan tersebut, misal ADSP2100, DSP56001, TMS320C25, atau untuk kebutuhan proses yang cepat dapat digunakan paralel chip TMS320C40. Chip-chip DSP ini memiliki arsitektur khusus yang lazim dikenal dengan arsitektur Harvard, yang memisahkan antara jalur data dan jalur kode. Arsitektur ini memberikan keuntungan yaitu adanya kemampuan untuk mengolah perhitungan matematis dengan cepat, misal dalam satu siklus dapat melakukan suatu perkalian matrix. Untuk chip-chip DSP, instruksi yang digunakan berbeda pula. Lazimnya mereka memiliki suatu instruksi yang sangat membantu dalam perhitungan matrix, yaitu perkalian dan penjumlahan dilakukan dalam siklus (bandingkan dengan 80386, proses penjumlahan saja dilakukan lebih dari 1 siklus mesin).

Proses pengembagan aplikasi DSP

Apabila proses pengolahan sinyal dilakukan menggunakan komputer biasa, maka pengembangan program tidak berbeda seperti halnya pemrograman biasa lazimnya. Hanya algoritma yang diterapkan dan teknik pengkodean harus mempertimbangkan waktu eksekusi dari program tersebut.

Tata cara pengembangan perangkat lunak menjadi berbeda apabila kita menggunakan sistem chip DSP, misal TMS320C25. Terlebih lagi bila sistem tersebut nantinya akan bekerja sendiri (stand alone). Pengembangan model harus dilakukan dengan menggunakan perangkat bantu pengembang (development tool). Sebagai contoh digambarkan suatu sistem pendisain perangkat lunak DSP buatan SPW- DSP Frameworks, yang secara garis besar digambarkan sebagai berikut :

gambar-4

Gambar 4. Perangkat lunak pengembang aplikasi pengolahan sinyal digital.

Keterangan :

  • Design Database, berisi library disain yang telah tersedia dan lazim digunakan misal, FIR, IIR, Comb Filter dan lain-lain.

  • Signal Calculator, merupakan perangkat lunak simulasi sinyal. Dapat melakukan manipulasi dan pengolahan sinyal sederhana.

  • Sistem Disain Filter, merupakan perangkat lunak, untuk mendisain filter dengan response yang kita ingini, berikut pengujian filter tersebut. Lazimnya menggunakan beberapa algoritma disain seperti Park-McLelland, dan akan dihasilkan koefisien filter yang diingini.

  • TIL, akan menghasilkan Custon HDL dan Netlist , yaitu gambar diagram implementasi algoritma secara perangkat keras, dengan menggunakan chip-chip, misal chip FIR, IIR.

  • HDS, VHDL Generator, akan menghasilkan implementasi algoritma dalam deskripsi VHDL yang lazim digunakan dalam disain chip ASIC.

  • DSP ProCoder - Assembly Code Generator, menghasilkan program dalam bahasa assembly chip DSP tertentu

  • MultiProx, akan menghasilkan program yang diimplementasikan pada paralel DSP chip.

  • CGS, C Code Generator akan menghasilkan program dalam bahasa C.

Pada komputer utama, kita melakukan simulasi, disain filter, dan uji-coba awal. Program bantu tersebut tersedia pada program pengembang (development tool program). Apabila kita telah puas dengan algoritma tersebut, kita dapat mengimplementasikan sesuai dengan sistem yang akan kita gunakan. Program akan menghasilkan kode atau deskripsi yang dibutuhkan oleh jenis implementasi tertentu. Misal akan menghasilkan deskripsi dalam format VHDL, apabila kita ingin mengimplementasikan sistem menggunakan chip ASIC. Atau juga dapat dihasilkan kode dalam bahasa C bila kita menginginkan portabilitas dari implementasi yang dihasilkan.

Untuk lebih jelasnya langkah-langkah pengembangan program untuk sistem DSP dapat digambarkan sebagai berikut :

gambar-5

Gambar 5. Langkah-langkah pengembangan sistem DSP

Dalam tahapan pengembangan ini, digunakan komputer utama sebagai perangkat bantu pengembang, dan sebuah DSP board, sebagai sasaran (target board) dari pengembangan program. DSP Board ini ada yang berhubungan dengan PC melalui ekspansion slot, dan melalui memori share, ada juga yang berhubungan dengan PC menggunakan hubungan serial atau parallel printer card, sehingga benar-benar terpisah dari PC dan proses hubungan dengan PC hanyalah pentransferan kode biner. Langkah-langkah pengembangan program aplikasi adalah sebagai berikut :

Langkah pertama, adalah mensimulasikan algoritma pengolahan sinyal dengan menggunakan perangkat simulasi ataupun program. Sinyal masukan disimulasikan dengan menggunakan data-data sinyal standard. Untuk keperluan ini dapat digunakan program-program khusus simulasi ataupun program bantu matematis seperti halnya MATLAB dengan Sinyal Processing Toolbox, Mathematica dengan DSP extension, DSPWorks, Khoros, dan lain-lain.

Langkah kedua dilakukan dengan menggunakan sistem DSP yang akan kita gunakan akhrinya, misal dengan menggunakan TMS320C25 Card (tipe ini telah digunakan di Laboratorium Teknik Komputer, STMIK Gunadarma). Biasanya pada card DSP telah terdapat unit ADC dan DAC, sehingga dapat dilakukan proses pencuplikan sinyal sesungguhnya. Pertama kali dicoba mengakuisisi sinyal masukan sesungguhnya, ini dilakukan dengan mencuplik sinyal masukan tersebut. Hasil akuisisi tersebut akan berupa deretan data akan digunakan untuk menguji algoritma. Kemudian secara off-line, baik menggunakan program bantu matematis ataupun melalui program yang ditulis untuk keperluan simulasi, sinyal tersebut diolah berdasarkan algortima yang diimplementasikan. Hasil olahan sinyal tersebut disalurkan ke jalur keluaran untuk menguji hasil akhir sesungguhnya dari algoritma tersebut. Proses ini masih dilakukan secara non-real time dan diproses oleh prosesor pada PC. Pengujian terhadap sinyal sesungguhnya dapat diukur dengan menggunakan alat ukur seperti osciloscope, spectrum analyzer dan lain-lain.

Kemudian, program yang ditulis dengan menggunakan instruksi dari chip DSP yang terdapat pada DSP Board tersebut diuji. Proses penulisan program dilakukan di komputer utama (misal PC), dan proses kompilasi juga dilakukan di komputer utama. Pengkompilasian menggunakan cross-compiler atau cross asseembler khusus. Setelah program berbentuk format biner, data akan ditransfer ke dalam memory di DSP board, dan sistem DSP tersebut dieksekusi. Pada tahap ini, komputer utama hanya bekerja untuk mengawasi keadaan memori, dan kerja dari program, tetapi tidak melakukan pengolahan sinyal. Pada tahap ini, masukan sesungguhnya digunakan untuk diolah dapat diberikan sehingga kerja dari algoritma dapat diamati pada keadaan sesungguhnya.

Langkah terakhir adalah dengan menulis kode biner tersebut ke dalam ROM, dan meletakkannya ke DSP board yang nantinya akan bekerja berdiri sendiri tanpa adanya sebuah PC. Misal DSP sistem tersebut digunakan untuk noise eliminator pada line telepon. Untuk membuat sistem yang lebih lengkap, sistem dapat dikombinasikan dengan mikrokontroller atau SBC (Single Board Computer) sebagai perangkat pengatur user interface.

Dengan demikian, secara garis besar langkah-langkah pengembangan perangkat lunak untuk sistem DSP dapat diringkas sebagai berikut :

  • Simulasikan algoritma dengan menggunakan data simulasi.

  • Lakukan simulasi dengan sinyal sesungguhnya, pengolahan secara off-line dan proses masih dilakukan di PC

  • Tulis program menggunakan instruksi DSP.

  • Kompilasi dan transfer ke RAM di DSP board.

  • Eksekusi dan uji dengan sinyal sesungguhnya.

  • Bila program sudah tidak ada kesalahan, tulis kode biner dari program ke ROM.

  • Sistem siap pakai dengan ditambahkan prosesor utama yang menangani sistem pendukung.

Sumber : klik disini

Teknologi DSP pada Microphone Serba Bisa

ditulis pada September 7, 2009
kategori Digital Signal Processing | Pertamax?

Perkembangan dunia elektronika sangatlah pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya ribuan alat elektronika baru tiap harinya. Alat tersebut muncul guna membantu manusia dalam bekerja atau sekedar untuk hiburan. Salah satu teknologi elektronika yang menarik adalah teknologi pengolahan suara digital, khususnya teknologi microphone. Teknologi pembuatan microphone pada umumnya menggunakan prinsip-prinsip mengenai bunyi dan ciri alami telinga manusia. Prinsip mengenai bunyi (dalam hal ini bunyi yang dihasilkan manusia dan alat musik) menjelaskan bahwa bunyi dibedakan berdasarkan frekuensinya (frekuensi rendah, frekuensi sedang, dan frekuensi tinggi). Prinsip ini merupakan pondasi dasar bagi pembuatan microphone (disesuaikan seturut frekuensinya masing-masing) supaya bunyi yang ditangkap tidak mengalami penurunan kualitas (bahkan seharusnya ditambah). Sedangkan prinsip ciri alami telinga manusia dalam pembuatan microphone supaya bunyi yang dihasilkan nyaman atau sesuai untuk telinga manusia (berdasarkan Kurva Fletcher-Munson).

Teknologi microphone saat ini sudah berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan sinyal digital. Hal ini ditandai dengan munculnya penemuan-penemuan teknologi baru yang ada pada microphone. Untuk saat ini, di dalam microphone sudah terkandung teknologi seperti : anti-hiss, feedback destroyer, high SNR, wireless, high gain, excellent rejection of unwanted sound, dan lain-lain. Inti dari teknologi-teknologi ini menggunakan tapis-tapis digital. Sinyal bunyi yang ditangkap oleh microphone tinggal dikalikan dengan tapis digital (berupa DSP Processor) yang sesuai sehingga diperoleh sinyal bunyi yang diinginkan. Dari segi bentuk dan ukuran, microphone juga mengalami perkembangan. Dari bentuk dan ukuran yang kecil hingga yang berukuran besar dengan kelebihannya masing-masing.

Perkembangan dunia pengolahan sinyal digital yang ada serta perkembangan peralatan elektronika (mikroprosesor, teknologi nano ,optik) juga merupakan landasan yang kuat pendukung teknologi microphone masa depan ini.

Microphone masa depan ini memiliki bentuk yang ringkas dan lentur, dilengkapi dengan suatu DSP Processor (Digital Signal Processor) terpisah yang dapat ditingkatkan kemampuannya (di-upgrade dengan perangkat lunak yang sesuai), dan menggabungkan semua teknologi yang ada pada microphone sekarang ( seperti anti hiss, efisiensi tinggi, perolehan tinggi, SNR tinggi, tahan untuk tingkat SPL tinggi, nirkabel, dan memiliki kemampuan untuk menolak bunyi yang tidak diinginkan / teknik isolasi). Teknologi DSP (yang dilengkapi dengan perangkat lunak peng-upgrade) digunakan dengan pertimbangan bahwa di masa mendatang teknologi perangkat lunak akan lebih maju (dari sisi perancangan dan kelenturan) dibandingkan dengan perangkat keras. Berikut adalah penjelasan dari sisi teknis dan praktis tentang microphone masa depan ini :

1. Secara Teknis

Selain memiliki segala kelebihan dari teknologi microphone sekarang, microphone ini juga dapat digunakan untuk semua sumber bunyi yang ada (semua alat musik, suara manusia, dan lain-lain). Fitur terakhir ini didukung dengan adanya teknologi preset bentuk tanggapan frekuensi adaptif. Secara otomatis preset bentuk tanggapan frekuensi menyesuaikan frekuensi sumber bunyi yang ditangkap oleh microphone. Pilihan preset ini juga dapat dilakukan secara manual oleh pengguna dengan memilih pilihan manual. Setiap sumber bunyi memiliki bentuk tanggapan frekuensi yang unik, sehingga dalam proses pengambilan bunyi tersebut menjadi sinyal digital harus menggunakan microphone dengan tanggapan frekuensi yang sesuai supaya bunyi tersebut tidak mengalami penurunan kualitas. Dalam hal ini diambil contoh alat musik drum akustik, microphone yang digunakan untuk menangkap bunyi drum akustik terdiri dari beberapa macam jenis yang disesuaikan dengan frekuensinya. Microphone yang digunakan untuk mengangkap bunyi snare drum berbeda dengan microphone yang digunakan untuk menangkap bunyi bass drum. Microphone ini juga dilengkapi dengan teknologi adaptive volume adjust yang dapat diaktifkan atau tidak ( terdapat tombol on off untuk fitur ini). Dengan adanya teknologi ini, secara otomatis bunyi yang ditangkap (walaupun dengan volume yang berbeda-beda) akan disesuaikan dengan patokan volume yang diberikan (jika terlalu nyaring akan dilemahkan dan jika terlalu lemah akan dikuatkan) sehingga bunyi yang ditangkap memiliki tingkat yang tetap. Hal ini juga penting guna mencegah terjadinya kelebihan beban pada mixer.

2. Secara Praktis

Microphone ini berukuran kecil dan lentur sehinga penempatannya mudah dan dapat ditempatkan pada letak yang sesuai dimana bunyi ditangkap secara optimal. Penempatan posisi microphone juga sering menjadi masalah teknis , seperti feedback , adanya kebocoran suara / leakage (suara yang tidak diinginkan ditangkap oleh microphone), pola polar / polar pattern (grafik hubungan antara kepekaan microphone dengan sudut sumber bunyi untuk frekuensi tertentu) , konsep akustik ruangan , dan lain lain. Dengan adanya microphone ini , masalah-masalah penempatan microphone dapat teratasi. Dalam hal ini diambil contoh untuk gitar akustik, microphone ini dapat diletakkan di dalam tabung gitar tersebut sehingga bunyi dapat ditangkap dengan maksimal dan tidak terganggu oleh bunyi-bunyi di sekitarnya.

Teknologi microphone masa depan ini menjanjikan kemudahan-kemudahan dalam dunia olah suara ( seperti recording, mixing, dll.). Cara penggunaannya sederhana tetapi memberikan hasil berkualitas maksimal.

sumber : klik disini

Hello world!

ditulis pada September 1, 2009
kategori Uncategorized | 1 yang kesasar

Welcome to UNS Social Network ™.
Terima Kasih telah menggunakan blog staff UNS. Selamat menggunakan blog. Untuk Kesulitan silahkan ym dengan admin YM : w4ww4n , you_dhi_aks, dan hendri_des

Atau kunjungi blog admin
Admin 1 :Ardian M. Prastiawan
Admin 2 :Sri Wahyudi (FMIPA)
Admin 3 :Hendri Desitwanto (FKIP)